Kolom Pencarian
Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content
Search in posts
Search in pages

Agenda

Arsip


Meraih Kemuliaan Seorang Hamba

Segala ikhtiar untuk berdekat-dekat kepada Allah Swt, tak lain dipenuhi dengan kesadaran betapa kita, manusia, penuh dengan kemuliaan sebagai seorang hamba.

KAJIAN KITAB — Imam Al-Ghazali dalam kitabnya. Ihya Ulumuddin, yang terkenal memberikan pesan terbaik kepada kita sekalian. Tentang jalan untuk selalu mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa ta’ala (Swt). Maka berdekat-dekatlah selalu kepada Sang Khaliq, Allah yang Maha Pencipta.

Begini pesan Imam Al-Ghazali, sang Hujjatul Islam:

“Jika sakitnya dunia membuatmu lelah maka janganlah bersedih…., barangkali Allah ingin mendengar suaramu dalam doamu.

Imam Al-Ghazali – sang Hujjatul Islam

“Jangan kau tunggu bahagia baru tersenyum…., namun tersenyumlah sehingga kau bahagia.

“Mengapa kau terlalu banyak berpikir…., sedangkan Allah adalah yang Maha Mengatur segalanya.

“Mengapa kau gundah akan sesuatu yang tidak kau ketahui…., sedangkan Allah Maha Mengetahui tentang segala sesuatu.

“Oleh karena itu, tenanglah sebab engkau selalu berada dalam perlindungan Allah yang Maha Menjaga…., dan ucapkan dengan hatimu sebelum kau ucapkan dengan lisanmu…., aku serahkan segala urusanku kepada Allah. ”

Demikian pesan Imam Al Ghazali RA

Semoga kita dan seluruh keluarga kita selalu bertakwa kepada Allah, selalu ta’at kepada Rasulullah, selalu tawakal berserah diri kepada Allah. Amn.

Segala ikhtiar untuk berdekat-dekat kepada Allah Swt, tak lain dipenuhi dengan kesadaran betapa kita, manusia, penuh dengan kemuliaan sebagai seorang hamba.

Tolok ukur kemuliaan seorang hamba itu berdasarkan ketakwaannya kepada Allah Subhanahu Wa ta’ala, nasab keturunan seseorang tidak bermakna sama sekali jika seorang hamba tidak bertakwa .

Istrinya Nabi Luth alaihisalam, istri dan anaknya Nabi Nuh alaihisalam, serta Abu Jahal merupakan contoh kerabat seorang Nabi yang tidak mendapat cahaya hidayah .

Sedangkan Bilal bin Robah ra. seorang mantan budak yang berkulit hitam, manjadi manusia mulia di sisi Allah Subhanahu Wa ta’ala. Suara sandal beliau sudah terdengar di Surga. Ini menegaskan bahwa kemuliaan manusia terletak pada tingkat ketaqwaannya, bukan pada nasabnya, rupanya, kekayaannya, maupun jabatannya.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman :
إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ

“Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kalian di sisi Allah adalah yang paling bertaqwa. (Q.S. Al-Hujurat ( 49 ) : 13)

Rasululloh Shallallahu Alaihi Wasallam (Saw) bersabda :

إِنَّ اللَّهَ لاَ يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَأَمْوَالِكُمْ وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ وَأَعْمَالِكُمْ

“Sesungguhnya Allah tidak melihat pada rupa dan harta kalian.Tetapi Dia melihat pada hati dan amal perbuatan kalian. ” (H.R. Muslim)

“Semoga kita dan seluruh keluarga kita selalu bertaqwa kepada Allah, berakhlak mulia, selalu giat ikhlas : beramal ibadah, berbuat kebajikan, dan selalu mendapat ridha-Nya. Amin!” Semoga bermanfaat bagi kita sekalian. (Red)

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Agenda

Arsip