KH Marzuqi Mustamar: Cak Nur Figur Pejabat yang Tak Minta Dihormati

KH Marzuqi Mustamar: Cak Nur Figur Pejabat yang Tak Minta Dihormati

Kiai Marzuki memberi kesaksian kalau almarhum benar-benar orang baik. Hal itu diperlihatkan, misalnya saat datang ke kediaman Kiai Marzuki sama sekali tidak menunjukkan dirinya sebagai seorang pejabat.

SIDOARJO — Ratusan orang menghadiri 40 hari wafatnya Nur Ahmad Syaifuddin (Cak Nur) di Waru, Sidoarjo, Selasa 29 September 2020 malam. Mereka terlihat khusyuk membacakan surat Yasin dan Tahlil, serta doa-doa untuk almarhum yang semasa hidup menjabat Plt Bupati Sidoarjo.

Sejumlah tokoh yang hadir, di antaranya Ketua PWNU Jatim, KH Marzuki Mustamar; Anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra, Rahmat Muhajirin; hingga Calon Bupati Sidoarjo yang diusung PKB, Gus Ahmad Muhdlor Ali.

Dalam taushiyahnya, Kiai Marzuki memberi kesaksian kalau almarhum benar-benar orang baik. Hal itu diperlihatkan, misalnya saat datang ke kediaman Kiai Marzuki sama sekali tidak menunjukkan dirinya sebagai seorang pejabat.

“Saya ajak duduk di karpet ya terima duduk di bawah. Saatnya wudhu, shalat, juga ikut jamaah. Saatnya wirid juga ikut. Jadi tidak seperti umumnya pejabat, mohon maaf, yang terlalu minta dihormati,” katanya.

Kendati pejabat, tambah Kiai Marzuki, Cak Nur juga tetap menjaga tradisi, akhlak, dan layaknya warga Nahdlatul Ulama (NU) pada umumnya. Termasuk menjaga betul shalat lima waktu secara berjamaah, dan hormat terhadap ulama.

“Maka saya bersaksi kalau almarhum benar-benar orang baik, santri, ahlussunnah wal jamaah. Saya sama sekali tidak ragu,” tandas kiai pengasuh Pondok Pesantren Sabiilul Rosyad, Gasek, Kota Malang tersebut.

Cak Nur, lanjut Kiai Marzuki, meski tidak lama diamanati menjabat wakil bupati maupun Plt bupati, tapi ikut serius memikirkan NU. Misalnya berpartisipasi dalam pembangunan Universitas NU Sidoarjo (Unusida), termasuk menyisihkan dana dalam pembangunan masjid di area menuju kampus Unusida.

“Beliau memperhatikan betul, di samping tetap mikir bagaimana caranya sedikit-sedikit bisa membantu guru-guru diniyah, TPQ, dan itu luar biasa. Mudah-mudahan ini menjadi amal jariyah almarhum,” katanya.

Tak hanya itu, meski tidak bisa langsung mengajar Al Qur’an maupun diniyah karena posisinya pejabat, Cak Nur memperhatikan nasib guru-guru diniyah TPQ. “Saya yakin beliau min ahlil Qur’an,” ucap Kiai Marzuki.

“Beliau termasuk orang-orang yang diistimewakan Allah Swt, amin allahuma amin. Almarhum benar-benar orang baik enggih?” tanya Kiai Marzuki yang disambut jamaah dengan koor membenarkan. (Red)

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Arsip

RADIO9

Agenda