Inspirasi Pendidikan Muassis Nahdlatul Ulama

0
17
Bagikan Sekarang

Kediri — Pimpinan Cabang Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Kediri menyelenggarakan Halaqah Aswaja dalam rangka Harlah Pergunu ke-70 dengan tema “Guru Mulia Membangun Peradaban Dunia Seni Mendidik ala Muassis NU” pada Kamis, 31 Maret ’22 bertempat di SD NU Insan Cendekia, Ngadiluwih Kediri.

HadratusSyekh menulis kitab tentang etika belajar dan mengajar. Bagaimana menjadi guru dan murid yang benar, ada dalam kitab yang saat ini banyak dikaji ini. Ada yang mengistilahkan kitab ini semacam pendidikan rohani bagi para pembelajar.

“Hadratus Syekh menulis banyak kitab, di antaranya Adabul Alim wal Mutaallim, ad Durar al Muntatsirah tentang etika belajar dan mengajar.”

“Dalam kitab ad-Durar beliau menyatakan bahwa manusia yang baik dan berbahagia itu mempunyai empat tanda, yaitu beriman, beramal shaleh, saling menasehati tentang kebenaran dan kesabaran. Inspirasinya dari surat al-Ashr. Kiai Bisri Syansuri salah satu murid HadratusSyekh sebelum menutup majlis membiasakan membaca surat al Ashr sebanyak tiga kali.”

HadratusSyekh (pendiri utama NU) mempunyai banyak santri yang hebat dan bermanfaat bagi masyarakat. Di antaranya adalah dua pendiri NU, yaitu KH. Abdul Wahab Hasbullah dan KH. Bisri Syansuri.

Kiai Wahab adlh sosok kiai penggerak masyarakat agar yakin dng kekuatan Nahdlatul Ulama. Para penggerak hari ini, selalu merujuk kepada kiprah kepeloporan dan pergerakan Mbah Wahab.

Kiai Bisri Syansuri dikenal sebagai kiai revolusioner, yang bersama Bu Nyai Nur Khodijah mendirikan pesantren putri pertama di Jawa Timur, bahkan mungkin di Jawa atau Indonesia pada 1919.

Hadir dalam acara ini, Ketua Yayasan, Ketua PCNU Kediri, Ketua PC Pergunu Kediri, beserta para pengurus.

Leave a reply