Berbicara di Luar Keahliannya

0
160
Hikmah islam
Bagikan Sekarang

FIKRAH NAHDLIYAH — Di era modern segala sesuatu diserahkan kepada ahlinya. Demikian telah dipesankan Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam (SAW) sejak lebih empatbelas abad lalu.

Ustaz Ma’ruf Khozin, Pengasuh Pondok Pesantren Aswaja Sukolilo Surabaya menyampaikan sejumlah catatan penting berikut:

Ada sebuah hadis sabda Rasulullah Muhammad shalallahu alaihi wasallam (SAW):
” ﺇﻥ اﻟﻠﻪ ﻳﺮﺿﻰ ﻟﻜﻢ ﺛﻼﺛﺎ، ﻭﻳﺴﺨﻂ ﻟﻜﻢ ﺛﻼﺛﺎ: ﻳﺮﺿﻰ ﻟﻜﻢ ﺃﻥ ﺗﻌﺒﺪﻭﻩ ﻭﻻ ﺗﺸﺮﻛﻮا ﺑﻪ ﺷﻴﺌﺎ، ﻭﺃﻥ ﺗﻌﺘﺼﻤﻮا ﺑﺤﺒﻞ اﻟﻠﻪ ﺟﻤﻴﻌﺎ ﻭﻻ ﺗﻔﺮﻗﻮا، ﻭﺃﻥ ﺗﻨﺎﺻﺤﻮا ﻣﻦ ﻭﻻﻩ اﻟﻠﻪ ﺃﻣﺮﻛﻢ، ﻭﻳﺴﺨﻂ ﻟﻜﻢ: ﻗﻴﻞ ﻭﻗﺎﻝ، ﻭﺇﺿﺎﻋﺔ اﻟﻤﺎﻝ، ﻭﻛﺜﺮﺓ اﻟﺴﺆاﻝ “

“Allah meridhai 3 hal kepada kalian dan murka 3 hal. Allah ridha kepada kalian:
(1) untuk menyembah Allah serta tidak menyekutukan dengan apapun,
(2) kalian berpegang teguh dengan agama Allah serta tidak bercerai berai dan
(3) saling menasehati kepada orang yang dikuasakan oleh Allah untuk urusan kalian.

Allah murka kepada kalian jika
(1) banyak komentar;
(2) menghamburkan harta;
(3) banyak tanya” (HR Ahmad)

Apa yang dimaksud Qil Qal dalam hadis di atas? Penjelasannya:
ﻓﺎﻟﻤﺮاﺩ ﻧﻘﻞ اﻷﻗﻮاﻝ ﻭاﻟﺘﺒﺴﻂ ﻓﻲ اﻟﻜﻼﻡ ﺑﺄﻥ ﻳﻘﺎﻝ: ﻗﻴﻞ ﻛﺬا، ﻭﻗﺎﻝ ﻓﻼﻥ ﻛﺬا.

Yaitu suka copy paste (copas) dan menambah-nambahi komentar (Hamisy Musnad Ahmad)

Ahli hukum ya bicara soal hukum. Ahli kesehatan ya memberi edukasi tentang kesehatan. Ahli agama ya bertutur kata dengan nilai agama. Pakar ekonomi ya memberi petunjuk tentang perekonomian. Tidak punya keahlian? Ya cukup diam tidak usah mengompori.

Secara berkelakar Ustaz Ma’ruf Khozin mengatakan, “Soal ilmu keislaman dan kebangsaan saya ikut Kiai NU yang turut andil dalam menjaga Negeri ini sejak sebelum kemerdekaan. Soal Medis saya manut kepada para Dokter (matur nuwun sanget songkoknya Gus dr. Heri Munajib, Aplikasi Salam¥Dok). Soal rumah tangga, keuangan dan ke pasar saya ikut istri.” (Red)

Leave a reply