Ustadz Ma’ruf Khozin: Harusnya Dakwah Jangan Menyalahkan

0
1008
Bagikan Sekarang

Surabaya – Dalam pandangan Ustadz Ma’ruf Khozin, menyebarkan agama kepada umat hendaknya dilakukan lewat cara yang santun. Demikian pula penceramah harus memahami karakteristik audience atau umat yang akan menerima mauidhah hasanah.

“Kita masih ingat Syekh Ali Jaber menyalahkan amaliah umat Islam soal ibadah kurban,” kata Ustadz Ma’ruf, sapaan akrabnya di akun Facebooknya, Sabtu (4/3). Namun akhirnya yang bersangkutan minta maaf dan berjanji tidak mengulangi, lanjutnya.

Dan menurut dewan pakar PW Aswaja NU Center Jatim tersebut, berkat kemampuan menyadari kesalahan dan segera berubah tersebut, hingga hari ini dakwah Syekh Ali Jaber berjalan semarak, lancar dan aman. “Tidak ada Ansor yang menghalangi apalagi memboikot pengajiannya,” ungkap alumni Pesantren Ploso Kediri tersebut.

Bermodalkan kebebasan, di Indonesia telah ada beberapa ustadz Salafi yang isi dakwahnya menyalahkan, membidahkan dan hal-hal yang jauh dari etika dakwah lainnya. “Maka jika ada Ansor atau Banser yang menghalangi, bukanlah pada dakwahnya namun pada isi dakwah,” jelasnya.

Pengasuh rubrik Konsultasi Aswaja di Majalah AULA PWNU Jatim tersebut mengingatkan baik Ansor dan Banser ingin agar tidak terjadi ‘kebakaran’. “Sebab tugas Ansor bukan pemadam kebakaran, tetapi mengantisipasi dari para pendakwah yang membawa api permusuhan,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Ustadz Khalid Basalamah tidak boleh meneruskan ceramah di Masjid Shalahudin perumahan Puri Surya Jaya Gedangan, hari ini.

Khalid Basalamah yang sudah berceramah selama kurang lebih 30 menit itu, harus menyudahi ceramah, agar kondisi di lokasi kondusif. Oleh pihak takmir, ceramah Khalid diganti ustadz lain.

Tidak lama setelah turun dari podium, sang ustadz akhirnya meninggalkan lokasi pengajian. Saat kepulangan, juga mendapatkan pengawalan ketat dari aparat kepolisian dan TNI.

“Alhamdulillah, Khalid Basalamah sudah turun podium dan semuanya harus tenang,” kata H. Syamsul Ketua GP Ansor Ancab Waru.

Pengajian ini disudahi karena panitia khawatir akan terjadi bentrokan. Karena massa yang menolak dan yang pro pengajian jumlah sama banyaknya. (s@if)

Leave a reply