Pondok Pesantren Annuqayah Latee Peringati Hari Lahir ke-97 NU

    “Saya mewakili ketua dewan pengasuh yang tidak bisa hadir saat ini. Sebenarnya beliau sangat ingin hadir di tengah-tengah kita”

    Pondok Pesantren Annuqayah daerah Latee Guluk-Guluk Sumenep memperingati hari lahir (Harlah) ke-97 Nahdlatul Ulama pada Selasa malam (10/3). Acara ini diselenggarakan di musala Pondok Pesantren Annuqayah daerah Latee. Hadir pada acara ini dewan pengasuh Pondok Pesantren Annuqayah daerah Latee, dewan guru Madrasah Diniyah, pengurus MWC NU Guluk-Guluk, masyarakat sekitar, dan Kader Penggerak NU (KPNU) Guluk-Guluk.

     Serangkaian acara peringatan harlah ini dibuka dengan pembacaan tahlil yang dipimpin oleh KH. M. Syafi’ie Anshari, sambutan pengasuh oleh K. Moh. Hazmi Basyir mewakili KH. Abd. A’la, ketua dewan pengasuh, yang berhalangan hadir, pembacaan Istigasah bersama dipimpin oleh K. Nailurrida, salah satu mustasyar MWC NU Guluk-Guluk, dan sebagai pemungkas pembacaan doa yang juga dipimpin oleh salah satu mustasyar MWC NU Guluk-Guluk, K. Asy’ari.

    K. Hazmi, selaku dewan masyaikh Pondok Pesanten Annuqayah daerah Latee mengatakan bahwa peringatan harlah NU ini merupakan kegiatan rutin tahunan dan sudah dua kali dilaksanakan. “Alhamdulillah sudah berjalan dua tahun,” ucapnya.

    Ketua Dewan Pengasuh  Pondok Pesantren Annuqayah, KH. Abd. A’la tidak bisa hadir dalam peringatan harlah NU yang ke-97 ini disebabkan ada kegiatan yang tidak bisa ditinggalkan. “Saya mewakili ketua dewan pengasuh yang tidak bisa hadir saat ini. Sebenarnya beliau sangat ingin hadir di tengah-tengah kita”, ungkapnya.

    Selanjutnya K. Hazmi memohon doa restu kepada hadirin untuk pasangan pengurus baru MWC NU kecamatan Guluk-Guluk, yaitu K. M. Ainul Yaqin sebagai Rais dan K. Md. Widadi Rohim sebagai Ketu. “Kiai Nunung (panggilan akrab K. M. Ainul Yaqin–red) dari Annuqayah dan Kiai Widad dari Al-Is’af Klabaan. Keduanya sudah mewakili daerah Guluk-Guluk,” pungkasnya.

    Menurut Wahyu Afifurrahman, koordinator tim pelaksana acara, sumber dana yang digunakan untuk memperingati harlah NU ini di antaranya berasal dari keluarga dhalem, i’anah bulanan Kader Penggerak NU (KPNU) Annuqayah Latee, Koin Peduli Umat, donasi alumni dan simpatisan. Partomo

    admin
    ADMINISTRATOR
    PROFILE

    Posts Carousel

    Leave a Comment

    Your email address will not be published. Required fields are marked with *

    Latest Posts

    Top Authors

    Most Commented

    Featured Videos

    Arsip

    RADIO9

    Agenda