Masyayikh Lirboyo: Ceramah Provokatif Harus Diwaspadai

0
372
Bagikan Sekarang

KEDIRI — Munculnya sejumlah juru dakwah yang belakangan ini kerap menyampaikan materi bersifat provokatif, menarik perhatian kalangan pondok pesantren di Jawa Timur. Tak terkecuali Ponpes Lirboyo, Kediri, Jawa Timur.

Salah satu Pengasuh Ponpes Lirboyo Kediri KH Atho’illah Sholahuddin Anwar meminta para santri, alumni maupun masyarakat, agar mewaspai munculnya penceramah baru.

“Hal ini penting karena kini mulai bermunculan penceramah yang mengajak permusuhan dan isi ceramahnya bernada provokatif,” tuturnya, Senin 16 November 2020.

Sementara itu, Ketua Umum PBNU Prof Dr KH Said Aqil Siroj mengajak masyarakat untuk memperkuat, pertahankan eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Hal ini untuk menyongsong 100 tahun NKRI.

“Jangan sampai mudah terprovokasi, yang sementara dilakukan sekelompok orang, yang ingin memecah belah kebersamaan bangsa. Yang ingin memecah belah bangsa,” tuturnya.

Ia pun memberikan pernyataan tegas akan fenomena sosial belakangan. Kiai Said mengajak untuk lawan provokator pemecah belah bangsa. Siapa pun dan dari pihak mana pun, provokator itu adalah musuh bangsa, musuh bersama warga NKRI.

Hal tersebut disampaikan KH Said Aqil Siroj, sekaligus selaku Ketua Umum Nahdlatul Ulama juga Ketum Persahabatan Ormas-Ormas Islam dan Ormas Keagamaan Nasional. Pihaknya memberikan imbauan ini untuk seluruh masyarakat Indonesia, NKRI, wabilkhusus umat Islam.

“Agar menjaga merawat mengawal keutuhan keselamatan NKRI yang kita cintai ini,” tegas KH Said Aqil, Selasa 17 November 2020.

Kiai mengajak masyarakat untuk memperkuat, pertahankan eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia, ini menyongsong 100 tahun NKRI. Jangan sampai mudah terprovokasi, yang sementara dilakukan sekelompok orang, yang ingin memecah belah kebersamaan bangsa. Yang ingin memecah belah bangsa.

“Ada agenda ingin menghancurkan keutuhan NKRI ini,” ungkapnya.

Kiai Said menegaskan agar masyarakat memelihara yang telah diperjuangkan oleh Founding Fathers kita. Yaitu sebuah negara kebangsaan yang bersatu dalam wadah NKRI, lintas agama, lintas budaya, lintas suku, lintas perabadaban.

“Mari kita rawat dan kita pelihara, jangan sampai menyongsong 100 tahun NKRI, kita malah lemah bahkan kendor dalam merawat NKRI ini,” tegasnya.

Menurut Kiai, sekali lagi apapun atau siapapun yang ingin melakukan hal-hal yang negatif menganggu persatuan NKRI, mari disikapi, lawan. Sebab itu merupakan musuh bangsa, musuh bersama kita semuanya. Dari pihak manapun atas nama apapun.

“Mari kita rawat dan kita cintai NKRI dengan semangat ukhuwah wathaniyah solidaritas sebangsa setanah air, syukron,” tutur tokoh kelahiran Cirebon ini. (Red)

Leave a reply