Pesan Kemerdekaan RI: Santri Harus Membuat Sejarah

0
317
Bagikan Sekarang

Jombang – Kemerdekaan Indonesia yang telah diraih dengan mengorbankan harta, jiwa dan raga hendaknya dapat dihargai generasi muda, termasuk para santri. Cara yang bisa dilakukan adalah dengan menjadi santri berprestasi dan membuat sejarah baru.

Hal itu disampaikan Wakil Pengasuh Pesantren Tebuireng KH Abdul Hakim Mahfudz saat menjadi inspektur upacara dalam peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-71, Rabu (17/8/2016). Upacara yang diikuti seluruh unit pendidikan yang berada di lingkungan pesantren setempat itu melibatkan sedikitnya 4.000 santri dan 430 guru dan karyawan.

“Generasi terdahulu telah berhasil secara gemilang menggulung kolonialisme. Kini giliran kita untuk meneruskan kerja sejarah bangsa ini,” kata Gus Kikin, sapaan akrabnya. Peringatan 71 tahun kemerdekaan ini adalah pengingat dan penanda bagi kita semua untuk bekerja semakin keras dalam mengisi kemerdekaan, lanjutnya di hadapan peserta upacara.

Selain kunci penting kemerdekaan, keterdidikan juga menjadi kunci penting untuk meraih kemajuan bangsa. “Dengan keterdidikan, kita bisa meraih kemajuan dan membuat bangsa kita lebih dari sekadar sejajar dengan bangsa-bangsa lain yang sudah maju,” tuturnya.

Sebagai pesantren yang mempunyai andil besar dalam perjuangan kemerdekaan, Gus Kikin mengajak seluruh santri dan guru di lingkungan Pesantren Tebuireng untuk bekerja keras menyiapkan generasi emas Indonesia pada 2045. “Bagi para guru, mendidiklah dengan hati dan sepenuh hati, dengan keluhuran budi pekerti dan keteladanan serta keluasan pengetahuan, agar bisa menginspirasi dan menjadi teladan bagi generasi yang akan datang,” pesannya.

“Kepada para pelajar, kami berharap kalian akan menjadi generasi penerus yang dapat membawa kejayaan bangsa dan negara Indonesia di masa mendatang. Kalian bisa berkiprah sesuai profesi masing-masing, dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai Pesantren Tebuireng,” tuturnya.

Untuk itu, bapak dua anak itu berpesan agar seluruh santri belajar dan bekerja keras untuk mewujudkan cita-cita. “Kalian adalah pemilik masa depan. Belajarlah dengan keras, tuntas dan sepenuh hati. Jangan menunggu, tapi tempalah kepribadianmu dan kembangkan prestasimu. Jalin persahabatan dengan teman-temanmu, serta hormatilah orang tua dan gurumu. Jadikan mereka suluh hidupmu, ” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Gus Kikin memberikan apresiasi dan hadiah kepada dua pelajar Tebuireng yang menjadi fuara pada International Mathematics Contest di Singapura (IMC Singapore). Ajang bergengsi yang digelar pada 29 Juli-1 Agustus lalu itu diikuti 11 negara, antara lain Indonesia, Tiongkok, Malaysia, Hong Kong, Taiwan, Filipina, Korea, Thailand, Iran, Singapura dan Vietnam. (saiful)

Leave a reply