Pesan Gus Mus : Lonjakan Covid-19 dan Ujian Rasa Kesetiakawanan

“Pemerintah hendaknya tegas seperti apa yang diimbau oleh banyak kalangan. Segera rem, menarik rem darurat. Apakah mau membatasi kegiatan masyarakat atau apapun, pokoknya yang jelas…. Jangan ditunda-tunda,” kata Gus Mus tegas.
0
11
Bagikan Sekarang

Kalam –  KH Mustofa Bisri, atau akrab disapa Gus Mus, ulama yang pernah menjadi Rais Syuriah PBNU itu, menyampaikan kekhawatirannya mengenai lonjakan kasus penularan Covid-19 yang belakangan ini melonjak drastis.

Gus Mus menyatakan keprihatinannya dengan jumlah penyintas Covid-19 yang begitu banyak meninggal.

“Jadi saya musykil kalau pandemi yang merupakan wabah kemanusiaan ini, yang mengenai siapa saja ini, masih ada yang tidak mempercayainya, atau minimal ada yang menganggap ini sepele,” ujar Gus Mus sebagaimana dikutip dari sebuah video yang diunggahnya di Instagram (21/6).

Gus Mus lalu kembali mengingatkan, bahwa pandemi ini adalah musibah kemanusiaan. “Seperti yang sering saya katakan bahwa ini adalah musibah kemanusiaan, bukan hanya musibah perorangan, kelompok, partai, negeri, daerah, etnis, agama, tapi manusia secara keseluruhan,” katanya.

“Mungkin Allah Ta’ala memang ingin memberikan pelajaran yang berat (dan) besar terhadap semua manusia,” tambahnya.

Gus Mus juga mengatakan bahwa kita hendaknya mendahulukan persoalan pandemi ini ketimbang hal yang lainnya, termasuk urusan politik.

“Maka ini tentu saja rasa kemanusiaan kita, terutama sebagai bangsa Indonesia yang berkemanusiaan yang adil dan beradab, membuat kita harus bersikap lain, memprioritaskan persoalan kemanusiaan ini dari yang lain-lain. Soal politik, soal apa saja, bahkan soal ekonomi juga.

“Kita harus prioritaskan ini dulu, bagaimana kita mengekang laju penularan dari virus ini,” kata Gus Mus.

Imbauan untuk Pemerintah dan Masyarakat

Kepada pemerintah Gus Mus juga memberikan imbauan khusus mengenai penanganan pandemi ini.

“Pemerintah hendaknya tegas seperti apa yang diimbau oleh banyak kalangan. Segera rem, menarik rem darurat. Apakah mau membatasi kegiatan masyarakat atau apapun, pokoknya yang jelas…. Jangan ditunda-tunda,” kata Gus Mus tegas.

Kepada masyarakat Gus Mus juga mengimbau agar mereka untuk jangan pernah bosan menjalankan protokol kesehatan demi kepentingan bersama.

“Yang sudah bosan memakai masker dan sebagainya kita imbau untuk bersabar demi kepentingan bersama, bukan untuk kepentingan masing-masing.

“Jadi ini kita diuji tentang rasa kesetiakawanan. Kita misalnya memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, tidak berkerumun, membatasi kegiatan, itu untuk kepentingan sesama, bukan hanya untuk kepentingan kita sendiri.

“Ini yang sering saya katakan, kita ini memang dituntut sekarang ini untuk lebih peduli kepada sesama,” kata Gus Mus sunguh-sungguh.

Gus Mus juga mengingatkan agar hendaknya kita selalu meminta ampunan kepada Allah Swt. “Siapa tahu pengampunan Allah terhadap dosa-dosa kita dapat mengembalikan rahmatnya kepada kita semua, menolong kita dari pandemi yang terus mengancam ketenangan kita ini.”

Gus Mus juga kemudian meminta kita semua untuk melupakan dulu urusan politik. “Kita yang kemarin ‘berkelahi’ karena soal-soal politik atau lain sebagainya, kita hentikan dululah.

“Mari kita bersama-sama sebagai sesaudara manusia kita lakukan upaya-upaya ikhtiar lahiriah, dan tentu saja dengan ikhtiar batiniyah, memohon kepada Allah Swt belas kasih-Nya kepada kita semua,” ujarnya.

Sebagai penutup Gus Mus mengajak kita untuk kompak menghadapi pandemi ini. “Mudah-mudahan dengan demikian kita semua bisa kompak bersama-sama menghadapi cobaan ini,” pungkasnya.

Leave a reply