Peringati Harlah ke-97, NU Sidoarjo Letakkan Batu Pertama Masjid KH Hasyim Asy’ari

0
417
Bagikan Sekarang

SIDOARJO – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sidoarjo memperingati Hari Lahir ke-97 NU dengan ditandai peletakan batu pertama pembanguna masjid dan Gedung NU Sidoarjo, Rabu 11 Maret 2020. Bertempat di Lingkar Timur KM 55, komplek pergudangan, Rangka Kidul Buduran, Sidoarjo, peletakan batu pertama dilakukan Ketua PCNU setempat H. Maskun.

Pada acara tersebut, dihadiri para pengurus harian PCNU beserta lembaga dan badan otonom, serta pengurus MWC NU se-Sidoarjo.

Dalam kegiatan peletakan batu pertama dan pembangunan tersebut, menurut rencana, disebut Masjid KH. M. Hasyim Asy’ari. Dihadiri Ketua PWNU Jatim KH. Marzuki Mustamar, Plt. Bupati Sidoarjo Ahmad Nur Syaifuddin, Wakil DPRD Provinsi Jawa Timur, beberapa anggota DPRD Sidoarjo jajaran Forkopimda Kabupaten Sidoarjo dan para kiai sesepuh NU Kabupaten Sidoarjo.

Kegiatan ini diawali dengan pembacaan Istighotsah yang dipimpin langsung Rais Syuriyah PCNU Sidoarjo KH. Rofiq Siradj.

Mengawali sambutan dalam kegiatan ini ketua PCNU Sidoarjo KH. Maskhun melaporkan perencanaan pembangunan masjid kepada Ketua PWNU Jatim.
“Alhamdulillah salah satu aset PCNU Sidoarjo ini adalah dari pemasukan RSNU Siti Hajar, tanah sebesar 6, 5 hektare. InsyaAllah akan dibangun di tanah ini pengembangan RSNU Siti Hajar, pengembangan pendidikan mulai dari Sekolah Dasar dan Perguruan Tinggi, perkantoran dan masjid,” tuturnya.

“Masjid inj akan diberi nama Masjid KH M Hasyim Asy’ari karena tabarukan dengan pendiri NU. Di sisi lain arsitektur masjid nantinya akan berrcorak Islam Nusantara, Timur Tengah dan Cina sesuai arahan instruktur Pendidikan Kader Penggerak (PKP) NU Pusat. Target pembangunan Universitas NU Sidoarjo disini akan berlantai 5. Usulan dari Ketua PBNU Moh Nuh agar berlantai 9. Namun, tidak memungkinkan karena struktur tanahnya lembek,” tutur Abah Maskhun, panggilan akrabnya.

“Tempat ini nanti akan diberi nama Pusat Pergerakan Nahdlatul Ulama Sidoarjo. Untuk mendirikan bangunan di sini diperlukan 1035 paku bumi dengan estimasi biaya Rp20 Miliar, dikarenakan struktur tanahnya,” kata Maskhun.

Sementara itu, KH. Marzuki Mustamar mengatakan, pentingnya berkomitmen terhadap Ke-NU-an. “Tempat ini untuk kegiatan NU Sidoarjo. Syukur-syukur bisa membantu memfasilitasi kegiatan NU Wilayah untuk Harlah macam-macam nanti di sini,” tuturnya.

“Pusat pengkaderan dan pendidikan disini dan pusat kegiatan Islam secara umum, pengajian-pengajian. Gedungnya juga bisa dipinjam masyarakat untuk acara nikah dan segala macam. Sehingga di sini terus syiarnya. Kalau yang memfasilitasi masyarakat NU otomatis mereka bangga dengan NU. Kalau kita tidak punya fasilitas gedung, seperti masa lalu warga kita untuk menikah saja harus meminjam gedungnya orang lain, ya akhirnya mereka hatinya kepada orang lain,” kata Kiai Marzuki Mustamar.

Kegiatan ini diakhiri dengan meletakkan batu di empat sudut. Dengan membaca doa dan Shalawat Nabi secara bersama-sama. (Red)

Leave a reply