Lazisnu Taiwan Salurkan Zakat ke Sejumlah Kota di Jatim

0
277
Bagikan Sekarang

Surabaya – Perhatian para buruh migran di Taiwan untuk menyalurkan zakat sangat membanggakan. Lewat Lembaga Amil Zakat, Infak dan Shahaqah Nahdlatul Ulama (Lazisnu) setempat, telah terkirim dana ratusan juta rupiah.

Kota di Jatim antara lain Pasuruan, Sidoarjo, Blitar, Tulungagung, Trenggalek, Ponorogo, Kediri, Bojonegoro, Magetan, Jember, Malang, Banyuwangi, Pamekasan, serta Bangkalan. Dana tersebut diperoleh dari Lazisnu Cabang Istimewa Taiwan yang didapat dari para tenaga kerja Indonesia kepada fakir miskin di sejumlah daerah di Tanah Air.

“Semua zakat yang telah kami himpun, sudah kami salurkan kepada fakir miskin yang tersebar di 46 daerah di Indonesia,” kata Ketua Lazisnu Taiwan, Nur Kholiq, kepada Antara di Taipei, Ahad (17/7/2016).

Ia menyebutkan daerah yang mendapatkan penyaluran dana dari para TKI tersebut di antaranya, Kabupaten Jembrana (Bali), Lampung, Sleman (DIY), Semarang, Kendal, Salatiga, Purwokerto, Rembang, Kebumen, Cilacap, Brebes, Batang, Pemalang, dan Tegal (Jawa Tengah).

Selain itu, Cirebon, Indramayu, Subang, Bandung, dan Ciamis (Jawa Barat), dan Lombok (NTB).
Dana zakat yang disalurkan kepada para kaum dhuafa dan korban bencana di Tanah Air tersebut totalnya mencapai 173.300 dolar Taiwan atau setara Rp 70.189.300,-

“Dana tersebut kami himpun dari sekitar 1.300 muzakki di Taiwan,” kata Kholiq didampingi bendahara Lazisnu Taiwan Puji Astuti.

Penghimpunan zakat Lazisnu Taiwan dilakukan dengan berbagai cara, di antaranya menyebarkan kupon zakat di sejumlah toko penjual barang kebutuhan dan makanan khas Indonesia dan penghimpunan oleh kelompok TKI di beberapa tempat.
“Ada juga dikirim via pos melalui Masjid Agung Taipei di Daan,” tambahnya.

Penyaluran zakat Lazisnu tersebut disampaikan secara terbuka, baik melalui laporan pembukuan yang bisa dipertanggungjawabkan maupun media sosial yang bisa diketahui langsung oleh para TKI.

“Selain di Tanah Air, kami juga menyalurkan zakat ke sejumlah ‘shelter’ (penampungan TKI bermasalah yang didirikan atas kerja sama pemerintah Indonesia dan pemerintah Taiwan),” pungkasnya. (Ntn/saiful)

Leave a reply