Ulama Pesantren Terdorong Meneruskan Perjuangan Wali Songo

Ulama Pesantren Terdorong Meneruskan Perjuangan Wali Songo

JAKARTA — Rais ‘Aam Idarah Aliyah Jamiyah Ahlit Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyah (JATMAN) Habib Muhammad Luthfi bin Yahya mengatakan, perjuangan Wali Songo yang terjadi pada 500 tahun yang lalu dan diteruskan oleh para ulama salafus shalihin membuat kita tertantang dan terdorong untuk minimal mempertahankan ajaran yang telah dibawanya berupa akidah ahlussunnah waljamaah (Aswaja). “Perjuangan para ulama

JAKARTA — Rais ‘Aam Idarah Aliyah Jamiyah Ahlit Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyah (JATMAN) Habib Muhammad Luthfi bin Yahya mengatakan, perjuangan Wali Songo yang terjadi pada 500 tahun yang lalu dan diteruskan oleh para ulama salafus shalihin membuat kita tertantang dan terdorong untuk minimal mempertahankan ajaran yang telah dibawanya berupa akidah ahlussunnah waljamaah (Aswaja).

“Perjuangan para ulama Wali Songo yang terjadi pada 500 tahun yang lalu membuat kita para ulama dan habaib agar tetap mempertahankan ajaran Aswaja di tanah air ini,” ujarnya.

Dikatakan, perjuangan para Wali Songo di bumi pertiwi, khususnya di tanah Jawa sungguh sangat luar biasa. Karena berkat perjuangan Wali Songo, Islam di Jawa khususnya berkembang dengan pesat dan diteruskan oleh para ulama dan habaib.

“Kadang terbersit di hati saya untuk mengucapkan terima kasih, kepada beliau-beliu. Tapi saya sunnguh malu, ucapan terima kasih saja ternyata tidak cukup dan terlalu kecil dibanding jasa-jasa Wali Songo di bumi nusantara,” tandas Habib luthfi yang juga Ketua Forum Ulama Sufi Internasional ini.

Dijelaskan, kontribusi para ulama salafus shalihin seperti KH Sholeh Darat, KH Hasyim Asy’ari, Habib Ahmad bin Tholib Alatas, Habib Hasyim bin Yahya, dan tokoh-tokoh ulama Pekalongan dan sekitarnya sangat nyata untuk negeri ini.

“Beliau dalam berdakwah dengan lembut tanpa kekerasan padahal pada waktu itu yang dihadapi adalah kaum penjajah, dengan telaten mengenalkan huruf-huruf dalam Al-Qur’an dari kampung ke kampung,” tuturnya.

Kalau melihat perjuangan beliau para Auliaillah, lanjutnya, ulama dan habaib temasuk dirinya belum ada apa-apanya. “Maka merupakan kewajiban kita untuk ‘nguri uri’ untuk mempertahankan ajaran dan amaliah untuk generasi masa sekarang dan yang akan datang,” pungkasnya.

Habib Luthfi mengungkapkan hal itu, di hadapan ribuan umat Islam yang menghadiri acara Silaturahim dan Halal bi Halal Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama dan Rabithah Alawiyah Pekalongan, Jawa Tengah, di eks Pendopo lama Alun-alun Kota Pekalongan, belum lama ini.(Red)

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *


Warning: count(): Parameter must be an array or an object that implements Countable in /home/pwny4542/public_html/wp-includes/class-wp-comment-query.php on line 405

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Arsip

RADIO9