Rais Aam PBNU: Syukuri Kemerdekaan untuk Kemaslahatan Umat Muhammad

Rais Aam PBNU: Syukuri Kemerdekaan untuk Kemaslahatan Umat Muhammad

“Pada kesempatan ini, kesempatan negara kita sedang menyongsong HUT ke-75 kemerdekaan dalam bentuk kita mentasyakkuri nikmat-nikmat Allah, anugerah Allah yang besar ini untuk kemaslahatan umat,” katanya, dikutip dari rilis di Youtube 164 Channel, Senin 17 Agustus 2020.

JAKARTA — Negara Kesatuan Republik Indonesia merayakan kemerdekaannya yang ke-75 pada Senin 17 Agustus 2020. Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Miftachul Akhyar menegaskan bahwa hal tersebut merupakan anugerah Allah swt. yang harus disyukuri untuk kemaslahatan umat.

“Pada kesempatan ini, kesempatan negara kita sedang menyongsong HUT ke-75 kemerdekaan dalam bentuk kita mentasyakkuri nikmat-nikmat Allah, anugerah Allah yang besar ini untuk kemaslahatan umat,” katanya, dikutip dari rilis di Youtube 164 Channel, Senin 17 Agustus 2020.

Perayaan kemerdekaan, menurutnya, bukan untuk foya-foya atau sekadar ungkapan kegembiraan belaka. Lebih dari itu, hal tersebut harus diaktualisasikan dalam wujud yang nyata.

“Tapi melaksanakan sebuah amanah besar, agenda besar demi menuju baldatun toyyibatun wa Robbun Ghofur,” ujar pengasuh Pondok Pesantren Miftachus Sunnah, Surabaya, Jawa Timur tersebut.

Wabah pandemi Covid-19 ataupun kenikmatan merdeka, menurutnya, pada hakikatnya adalah ujian dari Allah swt. Manusia sebagai khalifah di berinovasi untuk mencari jalan keluarnya secara dinamis dan terus bergerak.

“Kita adalah manusia sebagai khalifatullah fil ardl, tentu kita dinantikan bagaimana sebuah inovasi sebagai khalifatullah yang terus dinamis bergerak. Tentu semua itu harus melalui pengujian-pengujian, entah pengujian berupa kenikmatan, kesejahteraan, atau ujian berupa wabah penyakit terganggunya kesehatan untuk dicarikan jalan keluarnya,” ujarnya.

Sebab, Islam mengakui keberadaan negara. Hal tersebut ditunjukkan sendiri oleh Nabi Muhammad saw. saat melakukan perjalanan menuju Madinah. Ia begitu merindukan tanah kelahirannya, Makkah. Kerinduannya tersebut membuatnya ingin kembali. Untuk meneruskan perjalanan hijrahnya, Allah swt. menurunkan Surat Al-Qasas ayat 85.

“Allah yang telah menurunkan Al-Quran sebagai pijakan hidup, tatanan hidup, dasar-dasar kehidupan bernegara, akan mengembalikan engkau Muhammad kepada negaramu,” jelasnya.

Oleh karena itu, Kiai Miftach mengajak seluruh bangsa Indonesia dari segala macam lapisan untuk menyadari arti penting kemerdekaan Bumi Pertiwi dengan melakukan hal-hal yang positif.

“Kita bersyukur dalam HUT ini. Mari, kita tingkatkan kesadaran bernegara dan kita isi dengan hal-hal yang positif,” tutur Kiai Miftach, yang sebelumnya sebagai Rais Syuriah PWNU Jawa Timur. (Red)

admin
ADMINISTRATOR
PROFILE

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Arsip

RADIO9

Agenda