Puncak Harlah NU, Tahlilan di Hoofdbestuur dan Puisi dari Mushola Bersejarah Syaichona

0
198
Bagikan Sekarang

Jakarta—Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akan menggelar puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) NU ke 99 di Surabaya dan Bangkalan, Jawa Timur. Mengambil tema “Merawat Jagat Membangun Peradaban”, puncak Harlah digelar dua hari Rabu (16/2) dan Kamis (17/2).

Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengatakan, Rais Aam PBNU KH Miftachul Ahyar, Ketua Umum KH Yahya Cholil Staquf, para kiai sepuh hingga para Ketua Pegurus Wilayah NU (PWNU) se Indonesia akan hadir.

“Puncak Harlah dimulai pada Rabu dengan ziarah ke Makam Muassis (pendiri) NU di Jombang, KH Hasyim Asyari; KH Bisri Syansuri dan KH Wahab Hasbullah,” kata Gus Ipul, Selasa (15/2).

Usai ziarah, para kiai, kemudian pengurus PBNU dan PWNU se Indonesia akan menggelar ramah tamah di Gedung Grahadi Surabaya.

Pada hari Kamis, rangkaian Harlah akan dimulai pada siang hari dengan membacakan tahlil dan doa di gedung Hoofdbestuur PCNU Bubutan Surabaya.

Gedung ini merupakan cagar budaya dan memiliki nilai historis tinggi bagi kelahiran NU. Dalam bahasa Belanda Hoofdbestuur berarti Pengurus Besar atau Kantor Pusat . Memang dahulu bangunan ini menjadi kantor pusat PBNU sebelum akhirnya berpindah ke Pasuruan dan Madiun, hingga akhirnya pindah ke Jakarta.

Di gedung ini pula KH. Hasyim Asy’ari dan Ulama se Jawa dan Madura merumuskan resolusi jihad untuk melawan penjajah pada 21 dan 22 Oktober 1945.

Setelah membaca tahlil di Hoofdbestuur PCNU Bubutan Surabaya; rombongan PBNU dan para pengurus PWNU se Indonesia lantas menuju ke Bangkalan untuk ziarah ke makam Syaichona Kholil Bangkalan.

Pada malam harinya yakni mulai pukul 19.00 WIB puncak Harlah akan digelar di halaman Pondok Pesantren Syaichona Kholil Bangkalan.

“Akan ada puisi dari KH Zawawi Imron yang akan membacakan puisi khusus tentang Syaichona dan akan dibaca di dalam Mushola bersejarah tempat dulu Hadratussyaikh berguru pada Syaichona,” kata Gus Ipul.

Mushola bersejarah yang dimaksud Gus Ipul adalah sebuah bangunan mushola kecil berukuran sekitar 5×5 meter yang terbuat dari kayu dan hingga saat ini masih terjaga keasliannya. Mushola ini berdiri tepat di tengah pesantren dan saat ini juga masih digunakan untuk mengaji dan beribadah para santri.

Puncak Harlah kali ini juga akan diisi sambutan langsung dari Ketua Umum PBNU; Rais Aam PBNU serta Wakil Presiden Ma’ruf Amin yang akan berpidato secara virtual.

Puncak Harlah ini merupakan rangkaian setelah sebelumnya juga digelar Harlah di Balikpapan, serta di Labuhan Bajo NTT.

Leave a reply