PP Zainul Hasan Genggong Budayakan Bersepeda, Sambut Kepedulian Plossa

0
203
Bagikan Sekarang

PROBOLINGGO — Para santri dan masyarakat di lingkungan pesantren bertekad melakasanakan hidup sehat. Hal itu dibuktikan dengan aktivitas para santri Pondok Pesantren Zainul Hasan (PZH) Genggong, Pajarakan, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, yang selalu bersepeda saat berangkat ke sekolah.

Bahkan, di PP yang didirikan KH Muhammad Hasan Sepuh (almaghfurlah) ini, diadakan serangkaian aktivitas sekaligus sebagai kampanye hidup sehat. Di antaranya, mengampanyekan pola hidup sehat dengan bersepeda, dengan acara Genggong Go Green (G3) Carnival. Agenda tahunan digelar pada Sabtu-Minggu 29-30 Januari 2022.

Dr. KH Moh. Harris Damanhuri, pimpinan PP Zainul Hasan menegaskan, pola hidup sehat harus terus dipraktikkan di lingkungan pesantren. Sehingga, para santri dan masyarakat sekitar mempunyai tingkat daya tahan tubuh yang baik. Apalagi saat pandemi Covid-19, hidup sehat dan menjaga kesehatan menjadi prioritas untuk bisa aman dari virus corona itu.

“Ya, selain menyehatkan, bersepeda juga berfungsi untuk memperlancar metabolisme tubuh. Sehingga lebih bugar dan segar. Alhamdulillah, dengan semangat berolah raga kita bisa menanggulangi Covid-19,” tutur Gus Haris, panggilan akrab putra Nyai Hj Susilowati Diana.

Dalam aktivitasnya, di Pondok Pesanten Zainul Hasan Genggong, kerap mengadakan kegiatan terkait kampanye sehat. Seperti ‘Genggong Bike Friday’. Menurutnya, sepeda menjadi salah satu piranti penting untuk menjalin silaturahmi. Baik antar sesama guru, kiai maupun dengan alumni.

Saat bersepeda pun, protokol kesehatan tetap dilaksanakan. Mulai dari memakai masker, menjaga jarak dan cuci tangan. Melalui gerakan bersepeda ini pula, peserta gowes yang terdiri dari Gus-gus, kiai, guru dan komunitas lain, juga gencar mengajak serta masyarakat. Untuk sehat dengan gerakan bersepeda.

“Kami berharap, dengan aktivitas terkait kesehatan yang melibatkan para santri dan masyarakat disertai rasa optimistis. Sehingga ekonomi dan kehidupan bisa bangkit dan normal kembali,” tutur Gus Haris.

*Kepedulian Plossa pada Program Santri Sehat*

Terkait kampanye hidup sehat ini, Gus Haris pun menyambut kepedulian Yayasan PT Enesis Indonesia, yang melakukan silaturahmi, dipimpin Minggus Hadinata, yang juga Brand Activity Executive (BAE) East Java PT Sari Enesis Indah bersama timnya, menyerahkan bantuan berupa Plossa mini sebanyak 720 pcs, Plossa reguler sebanyak 216 pcs, Healthy kit sebanyak 300 paket. Selain itu, juga Healthy Kit ( berisi 1 masker, 1 Plossa mini, 1 botol Antis, 5 Sachet Amunizer ).

Sementara itu, terkait dengan event gowes ini, terdapat tiga jalur yang bisa ditempuh peserta. Yakni jalur Road Bike, Mountain Bike (NTB) dan Funbike. Start-finish terletak di satu titik, yakni di halaman P5 Ponpes Genggong.

Tak hanya bersepeda, pihak penitia juga menyajikan segudang hadiah menarik. Selain 3 unit sepeda motor, juga tersedia sepeda gunung, kulkas hingga televisi, yang diundi melalui sistem kupon.

Festival ini juga diikuti oleh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Probolinggo, tokoh milenial dan ulama. Dihadiri Pengasuh Pesantren Zainul Hasan yang juga Ketua Majelis Ulama (MUI) Jawa Timur, KH. M. Hasan Mutawakkil Alallah.

Pada awal rangkaian kegiatan ini, digelar kegiatan Penanaman 1000 Pohon dan Program Sampah to Berkah. Sasaran penanaman pohon adalah area sekitar pesantren, pemukiman warga, hingga jalur gowes Genggong Go Green Carnival.

*Waspada Demam Berdarah, Jaga Santri Sehat*

Minggus Hadinata dari Yayasan PT Sari Enesis Indonesia mengingatkan, memasuki musim hujan para santri tetap harus menjaga kesehatan. Misalnya, mewaspadai munculnya virus demam berdarah secara dini,” tutur Minggus.

“Kami sangat peduli terhadap pelaksanaan proses pendidikan pesantren di Jawa Timur. Karena itu, selama pandemi Covid-19, sebanyak 23 pondok pesantren menjadi sasaran kepeduliannya agar para santri tetap belajar dengan baik, karena imunitas kesehatannya terjaga dengan baik,” tuturnya.

Ia berharap, bantuan yang diberikan dapat meningkatkan daya tahan tubuh serta membantu mencegah demam berdarah dan tetap mewaspadai penyebaran Covid-19 di pesantren-pesantren. Apalagi, di Jawa Timur yang merupakan gudangnya pesantren di Indonesia.

Ia menjelaskan tentang manfaat dari produk yang disumbangkan yang telah disalurkan ke pesantren.

“Plossa inhaler ini memiliki fungsi yang bisa melegakan saluran pernafasan. Caranya dioleskan di kain bagian luar masker tiga kali setiap 15 menit sekali, mampu mengusir virus dan napas menjadi plong, karena memiliki kandungan menthol,” kata Minggus, seraya menambahkan, Plossa ada 3 varian, yang salah satu variannya (Plossa Hijau) mengandung eucalyptus.

Sedang Amunizer merupakan minuman herbal alami, yang di dalamnya terkandung buah aldeberry dan zinc yang berfungsi untuk menjaga daya tahan tubuh secara maksimal, agar tidak gampang sakit.

“Jadi lebih dari vitamin C biasa,” tutur Minggus, menambahkan, Plossa mini dan Amunizer sudah bisa dibeli di supermarket, apotek dan toko-toko terdekat.

*Zat Aktif Eucalyptol dan Manfaatnya*

Seperti diketahui, Badan Litbang Kementerian Pertanian berhasil melakukan uji lanjutan terhadap eucalyptus. Hasilnya,
zat aktif Eucalyptol dapat menjadi pilihan pengobatan yang potensial, karena berdasarkan hasil uji molekuler docking mampu mengikat Mpro pada virus SARS-CoV-2 sehingga sulit bereplikasi.

Daun eucalyptus memang sudah dikenal sejak lama memiliki banyak khasiat dalam meredakan penyakit seperti gejala batuk, pilek, hidung tersumbat dan penyakit lainya. Eucalyptus sudah banyak digunakan dalam pengobatan di Cina, India, Yunani dan eropa selama ribuan tahun sebagai produk minyak angin, aromaterapi dan balsem. Dalam produk Plossa terdapat kandungan eucalyptus. Yakni, Plossa Minyak Angin Aromaterapi Eukaliptus.

Eucalyptus adalah jenis tanaman asli benua Australia, namun saat ini tanaman eucalyptus sudah banyak tumbuh diberbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Hingga Saat ini ada lebih dari 400 spesies eucalyptus yang berbeda.

Tanaman ini memiliki kulit kayu yang memiliki getah, tanaman ini memiliki batang yang panjang dan daun melingkar yang daunya sulit dicerna jika dimakan secara utuh. Tanaman eucalyptys memiliki khasiat yang berasal dari minyak atsiri, minyak ini berasal dari daun eucalyptus, daun ini kemudian dikeringkan, lalu dihancurkan dan selanjutnya disuling untuk mendapatkan minyak esensial. Nah minyak inilah yang digunakan sebagai parfum, antiseptic, bahan kosmetik dan lain-lain.

Daun Eucalyptus yang diproses dengan disuling akan menghasilkan minyak yang tidak berwarna namun memiliki aroma yang kuat, minyak ini mengandung 1,8 – cineole yang biasa juga dikenal sebagai eucalyptol. (Red)

Leave a reply