Paduan Suara Muslimat NU Jombang Tak Tergantikan

0
1015
Bagikan Sekarang

Jakarta — Kongres XVII Muslimat NU yang diselenggarakan di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta menyisakan kenangan berharga bagi kontingen dari Jombang. Selain menjadi pilot project atas terobosan program gerakan seribu rupiah yang sudah dilakukan, grup paduan suara juga tampil di hadapan Presiden RI. Bahkan ini adalah kali ketiga mereka unjuk kebolehan di depan Bapak Joko Widodo serta tamu kehortmatan lainnya.

Satu persatu dari 60 anggota grup paduan suara PC Muslimat NU Jombang naik ke atas panggung, di tribun kehormatan khusus yang menghadap tamu dan undangan. Dalam waktu tak lebih dari 10 menit, deret kursi bersarung putih bersih itu sudah penuh. Wajah mereka sumringah, secerah seragam khas PC Muslimat NU yang dominan warna hijau muda. Coretan batik kembang ungu yang dipadu gambar khas NU, membuat penampilan ibu-ibu tersebut tampak anggun.

Apalagi di pinggang mereka, terpasang kain satin ungu secara menyamping. Membuat bentuk tubuh mereka terlihat lebih ramping dan cukup menyenangkan dipandang mata. Polesan make up tipis pun memunculkan kesan cantik. Dengan tegak berdiri dan pandangan tegap ke depan, suara mereka mantap menyanyikan syair lagu demi lagu dari sepuluh lagu dengan cukup sempurna.

“Ada sajadah panjang terbentang, dari kaki buaian, sampai ke tepi kuburan hamba, kuburan hamba bila mati,” begitu syair awal lagu religi Sajadah Panjang karya Bimbo, yang dikumandangkan cukup apik dengan aransemen suara 1 dan suara 2.
Sang dirijen, Emma Umiyatul Chusna, terlihat mantap mengomando syair lagu tersebut dengan gerakan yang sesuai. Tak berhenti di situ, lagu bernuansa religi lain juga banyak ditampilkan. Termasuk lagu wajib Muslimat NU dan lagu khas bermakna cinta Tanah Air Hubbul Wathan, juga dikumandangkan dengan tegas dan penuh penghayatan.

“Paduan suara PC Muslimat NU Jombang luar biasa, makanya kita undang kembali dalam acara Kongres ini, setelah sebelumnya tampil sukses di Stadion Gajayana Malang,” kata Khofifah Indar Parawansa, Ketua Umum PP Muslimat NU yang juga Menteri Sosial, di sela-sela taaruf Kongres XVII di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta.

Ya, tampilan paduan suara PC Muslimat NU Jombang di hadapan Presiden RI ini memang kali ketiga, dengan dua jenis acara berbeda. Tampil pertama, saat pembukaan Muktamar NU di Jombang, kedua pada acara Muslimat NU di Stadion Gajayana Malang. Dan yang ketiga, kembali tampil di hadapan Presiden Jokowi serta beberapa menteri, pada pembukaan Kongres XVII Muslimat NU di Jakarta.

“Kita menyiapkan tak lebih dari dua minggu, empat hari pertama berturut-turut di gedung Muslimat,” kata Emma Umiyatul Chusna, koordinator paduan suara. Selain mengulang kembali beberapa lagu yang sudah bisa ditampilkan, ada dua jenis lagu baru yang perlu diseragamkan intonasi suaranya. ”Alhamdulillah tak ada kendala,” tambahnya.

Ketua PC Muslimat NU Jombang, Hj Mundjidah Wahab menyampaikan rasa bangga atas kekompakan dan eksistensi paduan suara, hingga mendapat kesempatan tampil kembali di Jakarta. Ia pun memberi penghargaan dan terimakasih yang setinggi-tingginya kepada semua anggota, termasuk jajaran pengurus yang tak lelah memberi pembinaan dan pendampingan.

”Selain menyalurkan bakat terpendam di antara anggota PC Muslimat NU Jombang, paduan suara ini sekaligus bentuk syiar Islam, sebagaimana yang pernah dilakukan kiai terdahulu,” pungkas perempuan yang juga Wakil Bupati Jombang ini. (RJ/saiful)

Leave a reply