Panca Gerakan 1 Abad NU Perkuat Jami’iyah Nahdhatul Ulama

Pertama, gerakan kaderisasi dan pendataan; gerakan pengkaderan dan pendataan anggota dibagi menjadi 3(tiga), yaitu: kaderisasi pngurusa, kaderisasi badan otonom, dan kaderisasi profes, atau kelembagaan. Kedua, gerakan pendidikan berkualitas. Menuju satu abad di tahun 2045. Pendidikan berkualitas untuk menyiapkan kader NU yang unggul, dalam mengelolah sekolah dasar sampai perguruan tinggi. Menyiapkan 100 Nahdlatul Ulama (NU) sekolah bertaraf internasional.
0
30
Bagikan Sekarang

Tulungagung – Pengurus Wilayah Nahdhatul Ulama (PWNU) Jawa Timur melaksanakan turun ke bawah atau dikenal dengan istilah Turba ke sejumlah Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se-Jawa Timur. Silahturahmi ini digelar dengan tujuan utama konsolidasi organisasi untuk merapikan manajemen organisasi dan menyamakan persepsi gerakan. kunjungan ke Tulungagung pada kesempatan ini merupakan kegiatan Turba ke 9 (sembilan) yang dilakukan oleh Tim Turba PWNU Jawa Timur. (Sabtu, 12/6/21).

Dalam menyongsong satu abad Nahdhatul Ulama, Turba 2021 adalah sebagai upaya memperkuat Jami’iyah Nahdhatul Ulama dengan mensosialisasialisasikan Khomsah Harakah yang merupakan misi dari PWNU Jawa Timur.

Menurut KH. Reza Ahmad Zahid, Khomsah Harakah atau panca (lima) gerakan yang digaungkan PWNU Jatim dimaksudkan untuk menguatkan jam’iyah NU di semua lini kehidupan. Adapun panca gerakan tersebut diantaranya: kaderisasi dan pendataan, pendidikan berkualitas, kesehatan, ekonomi mandiri,dan literasi dakwah.

Pertama, gerakan kaderisasi dan pendataan; gerakan pengkaderan dan pendataan anggota dibagi menjadi 3(tiga), yaitu: kaderisasi pngurusa, kaderisasi badan otonom, dan kaderisasi profes, atau kelembagaan. Kedua, gerakan pendidikan berkualitas. Menuju satu abad di tahun 2045. Pendidikan berkualitas untuk menyiapkan kader NU yang unggul, dalam mengelolah sekolah dasar sampai perguruan tinggi. Menyiapkan 100 Nahdlatul Ulama (NU) sekolah bertaraf internasional.

“Lembaga Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) menyiapkan perguruan tinggi dalam mengupayakan program beasiswa dengan bekerja sama dengan Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Universitas Trunojoyo Madura, dan lain-lain,” ungkap laki-laki yang sering di sapa Gus Reza tersebut.

Lebih lanjut, Pengasuh Pondok Pesantren Al Mahrusiyyah, Kediri tersebut menambahkan, gerakan pendidikan berkualitas program beasiswa NU dengan bekerjsama dengan perguruan tinggi NU, seperti, Universitas Islam Malang (UNISMA), Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA), Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA), dan masih banyak lainnya.

Ketiga, gerakan ekonomi mandiri. Indonesia sedang mangalami krisis ekonomi selama pandemi COVID-19. Oleh karena itu, sebagai upaya meningkatkan ekonomi yang mandiri menuju satu abad NU mengupayakan dengan mendirikan 100 BMTNU, NU Mart se Jawa Timur dengan tetap mensinergikan dengan program NU sebelumnya.

“Selain 100 BMT NU, yaitu gerakan otlet, warong NU, peluang bisnis digital lainnya yang perlu direspon sebagai penguatan UMKM dengan meningkatkan ekonomi umat,” tambahnya.

Keempat, gerakan kesehatan dan kesejahteraan. Melalui Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU), Assosiasi Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (ARSINU) telah terdapat 27 RSNU se-Jawa Timur. Ada 5 (lima) RSNU yang proses didirikan dan akan mendirikan 100 RSNU, klinik di seleuruh PCNU atau pesantren di Jawa Timur.

Kelima, gerakan literasi dakwah. Dengan situasi dakwah akibat arus informasi digital NU harus siap menyongsong era milenial. Terutama dalam dunia teknologi yang harus dikuasai. Kampanye ideologi, mulai radikalisme dan terorisme yang mengatasnamakan agama. Mari temukan gerakan literasi khasanah NU dengan mengoptimalkan media digital. Melaksanakan aktivitas dakwah melalui melalui layanan konsultasi Islam, riset dan penulisan sejarah umat Islam, atau santri.

Kegiatan ini dipusatkan di AULA PCNU Tulungagung yang dihadiri oleh KH. Marzuki Mustamar, KH. Abdussalam Shohib, KH. Reza Ahmad Zahid, KH. Ali Maschan Moesa, dan Pengurus PCNU Tulungagung dan PCNU Trenggalek.

Leave a reply