KH Hasan Saiful Islam Wafat, Warga NU Jatim pun Berduka

KH Hasan Saiful Islam Wafat, Warga NU Jatim pun Berduka

Berdasarkan catatan, wafatnya Non Mbeng berselang 47 hari pasca wafatnya sang kakak, KH Moch. Hasan Abdel Bar, 30 Agustus 2020 lalu.

PROBOLINGGO — KH Moch. Hasan Saiful Islam, Pengasuh Pesantren Zainul Hasan, Dusun Genggong, Desa Karangbong, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo wafat, Sabtu siang, 17 Oktober 2020. Kiai yang akrab dipanggil Non Mbeng itu wafat di kediamannya, kompleks Pesantren Genggong sekitar pukul 12.30 WIB.

Informari resmi dari Biro Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Pesantren Genggong menyatakan, kondisi Non Mbeng sehat-sehat saja. Pada Sabtu dinihari sekitar pukul 01.15 WIB, Non Mbeng masih berziarah ke makam Mu’assis (pendiri) Pensatren Genggong yang berada di area Masjid Al Barokah, Pesantren Genggong.

Usai subuh, adik kandung KH Moch. Hasan Mutawakkil Alalah (Non Gudel), pengasuh utama Pesantren Genggong, masih beraktivitas rutin seperti biasa di lingkungan pesantren.

Dua putra Non Mbeng, KH Moch. Maulana dan KH Ahsan Qomaruzzaman mengatakan, pemakaman almarhum dilaksanakan Sabtu malam ini sekitar pukul 19.00 WIB (usai salat isya) di area pemakaman para pengasuh Pesantren Genggong.

Informasinya wafatnya Non Mbeng awalnya terungkap melalui KH Hassan Ahsan Malik (Non Alex) yang tersebar di Telegram dan WhatsApp (WA). Non Alex mengabarkan, abuya (ayah)-nya wafat dan meminta agar didoakan.

Berdasarkan catatan, wafatnya Non Mbeng berselang 47 hari pasca wafatnya sang kakak, KH Moch. Hasan Abdel Bar, 30 Agustus 2020 lalu.

Sementara itu bersamaan dengan wafatnya Non Mbeng, di hari yang sama, Sabtu dinihari sekitar pukul 03.30, KH Fuad Mun’im Djazuli, Pengasuh Pesantren Ploso, Kediri juga wafat.

Terkait wafatnya dua kiai pengasuh pesantren itu, PWNU Jatim menyatakan sangat kehilangan.

PWNU pun mengeluarkan maklumat kepada seluruh cabang, MWC, rantung, banom, dan lembaga di lingkungan NU di Jatim untuk menggelar salat ghaib dan tahlil bagi kedua almarhum.

Maklumat tersebut ditandatangani Rais dan Katib Syuriah, Ketua Tanfidziyah dan Sekretaris PWNU Jatim.

“Instruksinya adalah untuk melaksanakan shalat ghaib dan tahlil ditujukan untuk almarhum. Teriring doa semoga keluarga yang ditinggalkan tabah dan tawakal menerima musibah ini,” demikian bunyi surat maklumat itu.(Red)

admin
ADMINISTRATOR
PROFILE

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Arsip

RADIO9

Agenda