Jalan Meraih Lailatul Qadar, Khataman Al-Quran Bulan Ramadhan

Jalan Meraih Lailatul Qadar, Khataman Al-Quran Bulan Ramadhan

Mendaras Al-Quran sangat dianjurkan. Karena itu, di luar waktu-waktu malam, selama Ramadhan umat Islam pun banyak terlihat melakukan baca Al-Quran sendiri.

FIKIH RAMADHAN — Malam Seribu Bulan. Itulah malam Lailatul Qadar, yang datangnya pada sepuluh hari terakhir dalam bulan Ramadhan. Malam Lailatul Qadar yang ditunggu-tunggu dan diharapkan setiap Mukmin Muslim untuk dapat meraihnya.

Bagi umat Islam di Indonesia, banyak aktivitas beribadah dalam bulan Puasa. Selain tadarus Al-Quran digelar di masjid, langgar, dan mushalla, ada yang menarik lagi. Yakni, Khataman Al-Quran yang biasanya diadakan pada malam-malam likuran. Demikian dimaksudkan untuk meraih Lailatul Qadar.

Mendaras Al-Quran sangat dianjurkan. Karena itu, di luar waktu-waktu malam, selama Ramadhan umat Islam pun banyak terlihat melakukan baca Al-Quran sendiri.

Di samping hadis yang sudah populer dalam riwayat al-Bukhari bahwa malaikat Jibril dan Rasulullah shalallahu alaihi wasallam saling membacakan Al-Qur’an sampai khatam di bulan Ramadhan, maka para ulama Salaf baik para Sahabat, Tabi’in hingga imam-imam Madzhab juga meningkatkan jumlah khataman Al-Qur’an.

Berikut beberapa riwayat yang dihimpun oleh Al-Hafidz Adz-Dzahabi:

فعن إبراهيم النخعي قال : كان الأسود يختم القرآن في رمضان في كل ليلتين

Ibrahim An-Nakhai berkata bahwa Al-Aswad mengkhatamkan Al-Qur’an di bulan Ramadhan setiap 2 malam (Siyar A’lam An-Nubala’ 4/51)

وكان قتادة يختم القرآن في سبع ، فإذا جاء رمضان ختم في كل ثلاث ، فإذا جاء العشر ختم في كل ليلة .

Qatadah khatam Al-Qur’an setiap 7 hari sekali. Jika sudah datang Ramadhan maka ia khatam 3 hari sekali. Jika sudah datang 10 hari akhir Ramadhan maka ia khatam setiap malam (Siyar A’lam An-Nubala’ 5/276)

وقال الربيع بن سليمان : كان الشافعي يختم القرآن في رمضان ستين ختمة .

Rabi’ bin Sulaiman berkata bahwa Asy-Syaafi’i khatam Al-Quran di bulan Ramadhan sebanyak 60 kali khatam (Siyar A’lam An-Nubala’ 10/36)

Artinya Imam Syafi’i sehari khatam 2x. Ikhtiar kita meskipun tidak sama dengan para ulama di atas minimal bisa khataman bersama 1 juz sudah memiliki pahala di bulan mulia ini.

Di antara ikhtiar untuk meraih atau mendapatkan Lailatul Qadar, ada kegiatan Khataman Ngaji Ramadhan bersama PCINU Jerman.

قال الشافعي ﻓﻲ اﻟﻘﺪﻳﻢ: ﻣﻦ ﺷﻬﺪ اﻟﻌﺸﺎء ﻭاﻟﺼﺒﺢ ﻟﻴﻠﺔ اﻟﻘﺪﺭ ﻓﻘﺪ ﺃﺧﺬ ﺑﺤﻈﻪ ﻣﻨﻬﺎ

Asy-Syaafi’i berkata dalam Qaul Qadim: “Barangsiapa shalat Isyak dan Subuh berjamaah maka akan mendapatkan bagian dari Lailatul Qadar” (Faidl Al Qadir)

Beliau menyimpulkan dari hadits Sahih bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda:

«ﻣَﻦْ ﺻَﻠَّﻰ اﻟْﻌِﺸَﺎءَ ﻓِﻲ ﺟﻤﺎﻋﺔ ﻓَﻜَﺄَﻧَّﻤَﺎ ﻗَﺎﻡَ ﻧِﺼْﻒَ اﻟﻠَّﻴْﻞِ، ﻭَﻣَﻦْ ﺻَﻠَّﻰ اﻟﺼُّﺒْﺢَ ﻓِﻲ ﺟَﻤَﺎﻋَﺔٍ ﻓَﻜَﺄَﻧَّﻤَﺎ ﺻَﻠَّﻰ اﻟﻠَّﻴْﻞَ ﻛُﻠَّﻪُ»

“Barangsiapa shalat Isyak berjamaah maka seperti ibadah separuh malam. Dan barangsiapa shalat Subuh berjamaah maka sama seperti ibadah malam seluruhnya” (HR Muslim)

“Staf dan karyawan Pertamina Perak menghubungi saya untuk khataman online, sebelum khataman saya diminta menyampaikan dalil-dalil seputar keutamaan mengkhatamkan Al-Qur’an di bulan Ramadhan. Sebab rutinitas mereka setiap Ramadhan adalah khataman Al-Qur’an di musholla kantornya. Namun saat ini khataman secara online.” Demikian kata Ustadz Ma’ruf Khozin. (Red)

admin
ADMINISTRATOR
PROFILE

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Event

Arsip

RADIO9