Gus Salam: Santri Harus Respons Perubahan Zaman

Gus Salam: Santri Harus Respons Perubahan Zaman

JOMBANG — Pengasuh Pesantren Mambaul Ma’arif Denanyar Jombang, Jawa Timur KH Abdussalam Shokhib mengajak para santri agar bisa merespons perubahan zaman. Menurutnya, perubahan zaman yang tiap saat terjadi dengan begitu cepat, sehingga para santri harus menyikapi dengan benar agar tidak tergilas oleh arus itu. “Kita tiap saat merasakan perubahan zaman yang begitu cepat. Kita sebagai

JOMBANG — Pengasuh Pesantren Mambaul Ma’arif Denanyar Jombang, Jawa Timur KH Abdussalam Shokhib mengajak para santri agar bisa merespons perubahan zaman.

Menurutnya, perubahan zaman yang tiap saat terjadi dengan begitu cepat, sehingga para santri harus menyikapi dengan benar agar tidak tergilas oleh arus itu. “Kita tiap saat merasakan perubahan zaman yang begitu cepat. Kita sebagai santri harus bisa menyikapi dengan benar, tidak boleh tergilas oleh arus perubahan itu,” ucapnya.

Ia pun mengutip ucapan dari Al-Ghazali yang menyatakan bahwa santri yang cerdas adalah mereka yang mampu merespon perubahan zaman. “Jadi sebagai santri harus responsif terhadap perubahan zaman,” tegas cucu Kiai Bisri Syansuri Denanyar ini.

Kiai yang juga Wakil Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur bagian kaderisasi ini menceritakan, dulu saat mondok sebelum memberikan kabar kepada keluarga harus menempuh jarak 3 kilometer terlebih dahulu. “Dulu saya kalau ingin mengabari keluarga harus menyeberangi kali Brantas 3 km, sekarang cukup dengan SMS,” ceritanya di hadapan santri.

Gus Salam menyampaikan hal ini di acara ‘Seminar Santri Digital’ yang dihadiri Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) Rudiantara, belum lama ini, di Aula Pesantren Mambauul Ma’arif Denanyar Jombang, Jawa Timur.

Selain itu, Gus Salam, sapaan akrabnya mengatakan bahwa untuk saat ini, perang opini yang tengah terjadi di masyarakat tidak hanya pada ranah dunia nyata saja, namun di dunia maya. “Sebagai generasi penerus harus bisa memanfaatkan menjadi informasi positif, termasuk militansi,” ujarnya.

Menurutnya, militansi saat ini berbeda dengan saat dulu. Untuk saat ini, dakwah menggunakan sarana media sosial termasuk dari militansi. “Kalau dulu militansi itu perang jihad fi Sabilillah, tapi kalau saat ini militansi adalah dakwah bilmedsos,” pungkasnya. (Red)

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Arsip

RADIO9