Gus Ali: Cita-cita Mulia Jadi Kenyataan bila Kita Berprasangka Baik pada Allah

Gus Ali: Cita-cita Mulia Jadi Kenyataan bila Kita Berprasangka Baik pada Allah

Sejarah merekam peristiwa-peristiwa masa lalu. Dari sejarah mengetahui sebab-sebab keberhasilan dan sebab-sebab kegagalan. Umat yang tidak memiliki sejarah pasti tidak punya masa depan.

SURABAYA — KH Agoes Ali Masyhuri mengatakan, dalam setiap kesempatan dirinya selalu mendoakan umat Islam untuk meraih kebaikan. Hidup penuh berkah, panjang umur dan mudah rezeki.

“Kita berdoa agar Indonesia diberi amanah, selamat pemimpinnya dan selalu mendapt perlindungan Allah swt dan meraih syafaat Rasulullah Muhammad saw,” kata Wakil Rais Syuriah PWNU Jawa Timur.

Hal itu disampaikan Gus Ali, panggilan akrab Pengasuh Pesantren Progresif Bumi Shalawat Sidoarjo, dalam acara Ngaji Mahasantri Milenial di PWNU Jawa Timur, Sabtu 12 Oktober 2019. Pada kesempatan itu, menghadirkan pembicara KH Bahauddin Nur Salim, Gus Kautsar dan Gus Reza Ahmad Zahid.

“Usahakan istikomah tetap berjuang. Sebab, hidup ini merupakan pergulatan antara kebenaran dan kebatilan,” kata Gus Ali mengingatkan.

“Jika Anda tidak menyibukkan diri pada kebenaran, pasti Anda disibukkan oleh kebatilan.

“Sejarah merekam peristiwa-peristiwa masa lalu. Dari sejarah mengetahui sebab-sebab keberhasilan dan sebab-sebab kegagalan. Umat yang tidak memiliki sejarah pasti tidak punya masa depan.

“Barang siapa yang tidak mau mengambil pelajaran dari sejarah, bersiap-siap akan digulung oleh sejarah itu sendiri.

“Begitu pentingnya arti sejarah. Al-Quran telah mengabadikan 1600 ayat, 35 surat berbicara mengenai sejarah.

“Tolong dibuka Surat Al-Fatihah, ayat 7. Allah telah mengabadikan ada tiga kelompok: yang diberi nikmat oleh Allah, kelompok yang dimurkai dan kelompok yang sesat.

“Saya yakin, yang hadir dalam pengajian di sini merupakan kelompok yang dirahmati dan diberi nikmat oleh Allah swt,” tuturnya, disambut “Amiin” seluruh hadiri.

Gus Ali mengingatkan, nasib baik bukan ditentukan gelar apa yang disandang.

“Masa depan tidak ditentukan kedudukan dan jabatan. Tapi, nasib baik itu ditentukan dari apa yang ada di pikiran dan hatimu pada hari ini,” kata Gus.

Otak boleh Jerman, otak boleh Perancis, tapi dadanya masjidil Haram: Laa ilaha illallah.

Bismilllahirrahmanirrahim.
Aku bisa
Aku bahagia
Aku sukses
Aku cerdas
Aku kaya.

“Insya Allah menjadi kenyataan. Seluruh yang hadir saya doakan bisa beli Mercy dua… (dua pintu), bisa membuat rumah 2 unit, rata-rata luasnya 300 meter. Bisa haji, bisa umrah ke Tanah Suci. Barokahnya majelis yang mulia ini. Cita-cita yang mulia akan menjadi kenyataan sejauh kita berprasangka yang baik pada Allah.” (Red)

admin
ADMINISTRATOR
PROFILE

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Arsip

RADIO9