Dubes Autralia pun Ziarahi Makam Sunan Ampel

Dubes Autralia pun Ziarahi Makam Sunan Ampel

Dubes Asutralia dan Konjen Australia di Surabaya sedang Nyarkub (istilah khas penyuka ziarah kubur, red). Karena tidak tahlilan, maka banyak belajar tentang Sunan Ampel, Masjid Ampel, Sumur dan lainnnya,” tutur Sururi Arumbani

SURABAYA — Duta Besar Australia untuk Indonesia Gary Quinlan AO berkunjung ke Surabaya. Bersama stafnya, Gary Quinlan melakukan ziarah ke Makam Sunan Ampel, Surabaya, Jumat 21 Februari 2020.

Selain menyaksikan sejumlah bukti peninggalan Walisongo di Masjid Sunan Ampel. Dalam ziarahnya, Dubes Australia didampingi KH Zul Hilmi Ghazali, Imam Besar Masjid Sunan Ampel Surabaya.

“Dubes Asutralia dan Konjen Australia di Surabaya sedang Nyarkub (istilah khas penyuka ziarah kubur, red). Karena tidak tahlilan, maka banyak belajar tentang Sunan Ampel, Masjid Ampel, Sumur dan lainnnya,” tutur Sururi Arumbani, aktivis Rabithah Maahid Islamiyah (RMI) Jawa Timur.

Menurut stafnya, Dubes Australia memang suka berziarah dan berkunjung ke tempat bersejarah Islam di Jawa. Seperti Makam Walisanga adalah target kunjungannya.

Duta Besar Australia untuk Indonesia YM Gary Quinlan AO sebagai Duta Besar Australia yang baru untuk Indonesia. Sebelumnya, ia melakukan kunjungan untuk memperkenalkan diri.

Sebelumnya, ia berkunjung memperkenalkan diri secara langsung kepada para Komisioner Komisi ASN juga menyampaikan rencana kunjungan Komisioner Australian Public Service Commisioner (APSC) Peter Woolcott ke Jakarta pada tanggal 25 – 27 Pebruari 2019 yang akan datang. APSC dengan Komisi ASN

Sunan Ampel

Secara umum dikatakan bahwa Sunan Ampel merupakan bapak dari para wali. Hal ini karena dari tangannya banyak lahir para pendakwah Islam kelas satu di jawa.

Nama asli Sunan Ampel yakni Raden Rahmat. Kemudian beliau mendapat gelar karena berasal dari sebutan sunan yang berasal dari gelar kewaliannya, sedangkan nama Ampel atau Ampel Denta ini diambil dari tempat tinggalnya yang dekat Surabaya.

Raden Rahmat dilahirkan pada tahun 1401 Masehi, tepatnya yakni di Champa. Menurut beberapa sejarah, banyak para ahli yang merasa kesulitan untuk menentukan Champa. Hal ini karena memang masih belum ada pernyataan secara tertulis maupun prasasti yang menunjukkan Champa itu ada di Malaka atau kerajaan Jawa. (Red)

admin
ADMINISTRATOR
PROFILE

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Event

Arsip

RADIO9