60 Detik Mengheningkan Cipta, Imbauan Gubernur di Hari Santri

    Gubernur Jawa Timur telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor: 003.3/78/033/2019 tentang Hari Santri di Provinsi Jawa Timur yang diterbitkan pada 18 Oktober 2019. Di dalamnya, dicantumkan bahwa mengheningkan cipta serentak dilakukan pada Selasa, tanggal 22 Oktober 2019 pukul 08.00 WIB pagi serta doa bersama di pesantren dilaksanakan pukul 20.30 WIB.

    SURABAYA — Peringatan Hari Santri jatuh setiap tanggal 22 Oktober. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, terkait hal itu, membuat surat edaran untuk mengajak segenap masyarakat Jawa Timur melaksanakan doa bersama dan mengheningkan cipta selama 60 detik pada pukul 08.00 WIB pagi.

    Ajakan mengheningkan cipta dilakukan dalam rangka mengirimkan doa pada para syuhada’ dan pahlawan yang telah gugur berjuang mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.

    Seperti diketahui, sesuai Kepres Nomor 22 Tahun 2015 Tentang Hari Santri, telah ditetapkan pada 22 Oktober sebagai Hari Santri.
    Gubernur Jawa Timur telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor: 003.3/78/033/2019 tentang Hari Santri di Provinsi Jawa Timur yang diterbitkan pada 18 Oktober 2019. Di dalamnya, dicantumkan bahwa mengheningkan cipta serentak dilakukan pada Selasa, tanggal 22 Oktober 2019 pukul 08.00 WIB pagi serta doa bersama di pesantren dilaksanakan pukul 20.30 WIB.

    Selain pengumuman mengheningkan cipta, juga dibacakan Fatwa Resolusi Jihad oleh Hadratusy Syeh KH Hasyim Asy’ari yang menyerukan kepada masyarakat bahwa mempertahankan kemerdekaan bangsa Indonesia merupakan fardhu ain (wajib bagi setiap individu).

    Mengheningkan cipta dilakukan serentak di sekolah, kantor-kantor pemerintahan, kantor swasta, pasar dan seluruh tempat yang ada di Jawa Timur. Termasuk pondok pesantren dan juga tempat pendidikan yang ada di Jawa Timur.

    Mengheningkan cipta serentak dilakukan dalam waktu 60 detik. Dalam kurun waktu tersebut segenap masyarakat Jawa Timur diajak untuk berdoa untuk para syuhada dan pahlawan bangsa. Serta juga mendoakan untuk keselamatan bangsa.

    “Kami ingin hari santri tidak diperingati oleh para santri saja, tapi juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama berdoa untuk para syuhada’ yang ikut berjuang mempertahankan kemerdekaan bangsa Indonesia,” kata Khofifah, Senin 21 Oktober 2019.

    Dikatakan Khofifah, sejatinya jika mengikuti detik diumumkannya Fatwa Resolusi Jihad, maka bertepatan dengan pukul 20.30 WIB. Namun agar mengheningkan cipta bisa dilakukan bersama dan melibatkan kalangan lebih luas, maka ajakan mengheningkan cipta dilakukan pada pukul delapan pagi.

    Surat edaran ini sudah disebarkan ke jajaran Forkopimda Provinsi Jawa Timur, bupati/wali kota se-Jawa Timur, kepala OPD Provinsi Jawa Timur, kepala kanwil, Dirut BUMN/BUMD, pimpinan perusahaan, tokoh agama, tokoh masyarakat, pimpinan organisasi masyarakat, dan segenap masyarakat di Jawa Timur.

    “Semoga seluruh masyarakat Jawa Timur bisa memaknai Hari Santri ini sebagai momen untuk memperkuat jiwa juang dan kepahlawanan disertai doa untuk syuhada, pahlawan dan keselamatan bangsa,” tutur Khofifah. (Red)

    admin
    ADMINISTRATOR
    PROFILE

    Posts Carousel

    Leave a Comment

    Your email address will not be published. Required fields are marked with *

    Latest Posts

    Top Authors

    Most Commented

    Featured Videos

    Arsip

    RADIO9