Home / Terkini / Metode dan Dakwah Sunan Ampel Sebagai Fondasi Islam di Indonesia

Metode dan Dakwah Sunan Ampel Sebagai Fondasi Islam di Indonesia

IMG_20170430_132945_997Ahad (30/4) bertempat di Hotel Pesonna Ampel Surabaya, Mahasiswa Thariqah Annahdliyah (MATAN) Jaw Timur menyelenggarakan Seminar Nasional dengan tema Metode Dakwah Sunan Ampel Sebagai Pondasi Islam di Indonesia.

KH. Ng. Agus Sunyoto (Ketua Lesbumi NU), salah satu narasumber menjelaskan bahwa pada awal berdakwah, Sunan Ampel memiliki keinginan untuk mengIslamkan golongan brahmana (rohaniawan-keagamaan). Karena golongan ini memiliki status sosial yang tinggi di masyarakat pada saat itu.
Perjuangan dakwah Sunan Ampel dilakukan dengan berbagai macam cara, diantaranya : sosial, budaya, politik, ekonomi, mistik, kultus, ritual, tradisi keagamaan, maupun konsep sufi yang khas, yang merefleksikan keragaman tradisi muslim secara keseluruhan.

Sementara, Dr. KH. Abdul Ghofur Maimoen ( PP. Al-Anwar, Sarang, Rembang) menyebutkan adanya anggapan sebagian kalangan bahwa Sunan Ampel membawa thariqot Naqsabandiyah. Selain itu Sunan Ampel juhamemiliki kitab yang pernah dikarang. Hal ini terbukti dengan banyaknya murid beliau yang mampu menciptakan wayang, sastra, serta tembang.

Narasumber terakhir, Dr. Zainul Mila Bizawie (Penulis “Masterpiece Islam Nusantara”), merumuskan beberapa prinsip dakwah Sunan Ampel dilakukan dengan cara :
1. Melalui lembaga pendidikan yg diformat sesuai ajaran Islam sehingga menjadi lembaga pendidikan pesantren
2. Membangun ikatan kekerabatan lewat jalan pernikahan dengan keluarga para tokoh
3. Membangun harmoni sosial politik

Berbagai uraian narasumber beberapa kesimpulan dapat diajukan bahwa dakwah yang dilakukan oleh Sunan Ampel dan para walisongo dilakukan dengan cara 3 macam, yakni :
1. Al-Hikmah (kebijaksanaan) yaitu teknik dakwah mereka disesuaikan dengan objek dakwah
2. Al-Mau’izha Al-Hasanah (nasihat yang baik) karena kelemah lembutan dalam menasehati seringkali dapat meluluhkan hati yg keras
3. Al-Mujadallah Billati Hiya Ahsan (berbantah-bantahan dengan cara yang baik) yaitu saling menghargai dan menghormati pendapat orang lain serta mengakui dan ikhlas menerima kebenaran pihak lain.

About admin

Check Also

karnaval1

NU Surabaya Meriahkan Tahun Baru Islam dengan Gebyar Karnaval

Surabaya – Tampak ribuan peserta mengikuti Gebyar Karnaval 1 Muharram yang digelar oleh Majelis Wakil …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *