Home / Terkini / Katib Syuriah NU Jatim Bacakan Doa untuk Solidaritas Palestina

Katib Syuriah NU Jatim Bacakan Doa untuk Solidaritas Palestina

Surabaya — KH Syafrudin Syarif yang juga Katib Syuriah PWNU Jatim berkesempatan membaca doa pada akhir khutbah Jumat di Masjid al-Akbar Surabaya, Jumat (28/7). Doa untuk solidaritas Palestina dan derita umat Islam seluruh dunia, disambut haru pada jamaah di masjid terbesar di Jawa Timur tersebut.

KH Syafrudin mengingatkan akan pentingnya solidaritas sesama Muslim. “Umat Islam harus bersatu, demi tegaknya kalimat Allah,” katanya.

Usaha khutbah, imam shalat Jumat KH Abdul Hamid Syarifuddin melakukan bacaan qunut nazilah. Khususnya ditujukan untuk umas Islam di Palestina yang tengah berjuang untuk membebaskan Masjid al-Aqsha dari pendudukan zionis Israel.

Seperti diketahui, setelah Masjid Al-Aqsha diduduki pasukan Israel, kini warga Palestina untuk pertama kalinya dalam dua pekan terakhir bisa melalukan shalat di Masjid al-Aqsha. Masjid berada di kompleks tempat suci Harm al-Sharif, yang bagi pemeluk Yahudi biasa disebut temple mount.

Dalam dua pekan ini aparat keamanan Israel memasang detektor logam dan kamera pengawas, menyusul tewasnya dua polisi mereka di kompleks ini. Israel menyebutkan langkah ini perlu untuk mencegah penyelundupan senjata.

Namun, bagi warga Palestina pemasangan kamera dan detektor menghalangi akses mereka terhadap Masjid al-Aqsa dan menuduh Israel berupaya menambah kontrol atas tempat suci ini. Untuk memprotes tindakan aparat keamanan Israel, warga Palestina salat di jalan-jalan di sekitar kawasan suci yang berada di Kota Lama di Jerusalem Timur tersebut.

Israel sudah membongkar peralatan tersebut dan yang terakhir dilakukan hari Kamis (27/7), yang langsung disambut warga Palestina dengan beramai-ramai memasuki Harm al-Sharif.

Ketika umat Islam didatangi becana, musibah, peperangan, wabah, dan sebagainya disunahkan bagi umat muslim untuk membaca doa qunut nazilah di dalam shalatnya. Sebagaimana Rasulullah SAW pernah membacakan doa tersebut ketika terjadi pembunuhan beramai-ramai kepada 60 orang penghafal al-Quran selama sebulan.

“Sesungguhnya Nabi SAW telah membaca doa qunut pada waktu selain dari Subuh ketika turunnya sewaktu pembunuhan sahabat-sahabatnya penghafal-penghafal al-Quran.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Qunut nazilah boleh dibacakan setiap shalat fardhu 5 waktu jika memang kedatangan bala musibah atau cobaan dari Allah SWT. Adapun untuk bacaan doa qunut nazilah tidak ditentukan bacaannya, meskipun demikian dianjurkan untuk berdoa dengan doa-doa yang ada riwayatnya dan sesuai dengan kondisi dan suasana yang sedang terjadi. (red/s@if)

About saiful

Check Also

rakor

Adakan Rakor, Lembaga Perekonomian Siap Kembangkan Potensi

Surabaya — Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama Wilayah Jawa Timur menggelar rapat koordinasi (Rakor) dengan tema …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *