Home / Terkini / Kapolres Sumenep Hadiri Safari Ramadhan NU Bluto

Kapolres Sumenep Hadiri Safari Ramadhan NU Bluto

Sumenep — Dalam rangka menangkal sejumlah gerakan radikal, termasuk di dalamnya aliran kebatinan, MWC NU Kecamatan Bluto Kabupaten Sumenep menggelar safari Ramadhan. Kegiatan dikemas dengan shalat tarawih bersama para masyaikh dan nahdliyin, juga diisi mauidhah hasanah. Sejumlah kiai memberikan pemahaman materi keagamaan serta dilengkapi penjelasan dari pejabat kepolisian, koramil dan pihak kecamatan.

Pada kegiatan yang berlangsung di Masjid Al-Ikhlas Ranting NU Seratimur dihadiri KH Ilyasi Siraj. Mantan Ketua PCNU Sumenep ini menjelaskan bahaya gerakan transnasional yang mengusung khilafah. “NKRI ini didirikan oleh para founding father yang bukan tidak mengerti agama,” kata Kiai Ilyasi, Selasa (13/6) malam.

Dalam pandangan alumus UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta tersebut, khususnya NU memiliki saham terbesar dalam memperjuangkan tegaknya indonesia merdeka dari imperialis. “Jadi, NU berpandangan NKRI adalah harga mati sebagai ijtihad jama’i para ulama,” jelasnya.

Dari Forpimka tampil memberi pengarahan yakni camat dan Kapolsek Bluto. Rois Syuriah, KH. Sufyan Nawawi menutup kegiatan dengan doa.
Pada malam itu juga diserahkan sebanyak 100 paket zakat. Dan terlihat ratusan warga memadati masjid.

Kegiatan tersebut sebagai rangkaian kedua dari safari Ramadhan yang diselenggarakan MWC NU Bluto Sumenep. Sebelumnya diserahkan sebanyak 142 paket yang diberikan kepada warga kurang mampu di kawasan NU Ranting Aengbajaraja. Bahkan, Kapolres Sumenep berkenan hadir pada kegiatan yang berlangsung di Masjid al-Khairat, Kamis (8/6) lalu.

Kapolres mengingatkan dampak narkoba bagi masa depan generasi bangsa, pun juga bahaya gerakan radikalisme. Menurutnya, gerakan tersebut bila tidak segera ditangani akan mengancam stabilitas bangsa dan mengusik ketenangan masyarakat.

Mauidhah hasanah kala itu disampaikan KH Imam Hasyim. Dalam pandangan Pengasuh Pondok Pesantren Attaufiqiyah Aengbajaraja tersebut, aliran kebatinan juga sebagai hal yang membahayakan, apalagi mulai tumbuh dan berkembang di kawasan sekitar. Karenanya, Wakil rais PCNU Sumenep ini mengingatkan agar nahdliyin waspada terhadap aliran tersebut.

Seluruh kegiatan ini hasil kerjasama Forum Pimpinan Kecamatan atau Forpimka Bluto, Badan Eksekutif Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu al-Quran Nurul Islam atau BEM STIQNIS Karangcempaka. (M Chalili/s@if)

About saiful

Check Also

IMG-20180812-WA0082

Aksi Bersama NU JATIM Salurkan Bantuan ke 16 Desa di Lombok

Sampai dengan hari ini, minggu (12/08/18) Bantuan dari PWNU JATIM berupa Bahan Pokok Makanan, Sarung, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *